Jakarta, CNN Indonesia --
Tiga Pasukan TNI penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL), gugur saat bertugas.
Ketiganya adalah Kapten Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Romadhon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka bukan pasukan pertama yang gugur. Dikutip dari laman PBB, un.org, sejak pertama dibentuk tahun 1948, pasukan perdamaian mandat PBB ini telah menewaskan 4.100 tentara di berbagai negara yang berkonflik.
"Lebih dari 4.100 pasukan penjaga perdamaian telah gugur saat bertugas di bawah bendera PBB. Meskipun Penjaga Perdamaian PBB merupakan alat unik multilateralisme dan solidaritas internasional, upaya mewujudkan perdamaian bukanlah perjalanan yang dilakukan sendirian," demikian laman PBB menuliskan.
Diawali perang Arab-Israel
Pasukan penjaga perdamaian pertama dibentuk tahun 1948 saat pecah perang negara-negara Arab melawan Israel.
Ketika itu, Dewan Keamanan mengizinkan penempatan pengamat militer ke Timur Tengah. Peran Organisasi Pengawasan Gencatan Senjata PBB (UNTSO) adalah untuk memantau Perjanjian Gencatan Senjata antara Israel dan negara-negara tetangga Arabnya.
Sejak itu, lebih dari 2 juta personel berseragam dan sipil telah bertugas dalam 71 operasi perdamaian di seluruh dunia, berkontribusi pada tujuan keamanan internasional, perdamaian, dan kemajuan bagi semua orang.
Pasukan penjaga perdamaian membantu mencegah konflik, melindungi warga sipil, memajukan solusi politik, mempromosikan hak asasi manusia, dan mendukung proses demokrasi.
Mereka juga membantu membangun kapasitas lembaga dan layanan negara serta memastikan bahwa perempuan dan kaum muda dapat berpartisipasi dan memimpin proses perdamaian.
Saat ini, sekitar 87.000 perempuan dan laki-laki bekerja di lingkungan yang lebih kompleks dan berbahaya daripada sebelumnya, di tengah meningkatnya ketegangan global dan konflik yang lebih kompleks.
Dapat Nobel
Pada tahun 1988, Pasukan Penjaga Perdamaian PBB dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian karena "dalam kondisi yang sangat sulit, pasukannya berkontribusi mengurangi ketegangan di tempat gencatan senjata telah dinegosiasikan tetapi perjanjian perdamaian belum ditetapkan."
(imf/bac)
Add
as a preferred source on Google


















































