BGN Setop Operasional Dapur MBG di Jaktim Usai Muncul Keluhan Diare

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur hingga waktu yang tidak terbatas.

Penutupan ini dilakukan dalam merespons adanya keluhan sakit perut hingga diare yang dialami siswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," kata Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4).

Mewakili BGN, Nanik menyampaikan permohonan maaf atas kejadian menonjol insiden keamanan pangan ini. Ia memastikan BGN akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ujar Nanik.

Insiden ini terjadi pada Jumat (3/4) setelah sehari sebelumnya pada Kamis (2/4) sore pihak SPPG menerima laporan dari guru mengenai 36 siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan.

Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

Hingga saat ini, total korban mencapai 60 orang. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.

Adapun dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar.

Jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi disebut berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.

Nanik memastikan, BGN akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.

(dhz/asr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International