Jakarta, CNN Indonesia --
Iran kembali menutup Selat Hormuz usai sepakat gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) berlangsung dengan sejumlah pelanggaran, terutama soal serangan Iran ke Lebanon.
Media Iran Fars News melaporkan penutupan kembali Selat Hormuz dilakukan karena Israel dianggap melanggar gencatan senjata dengan membombardir Lebanon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Rabu (8/4), Israel meluncurkan serangan besar-besaran ke Lebanon hingga menewaskan 254 orang dan melukai seribu lebih lainnya.
Iran menganggap kesepakatan gencatan senjata antara mereka dan AS mencakup penghentian serangan ke Lebanon. Namun, Israel tak berpikir demikian. Tel Aviv bersikeras bahwa Lebanon tidak termasuk bagian dari kesepakatan.
Sempat tunjukkan jalur alternatif
Sebelum menutup lagi Selat Hormuz, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sempat menunjukkan jalur alternatif yang bisa dilalui kapal-kapal tanker guna menghindari disrupsi di selat vital tersebut.
Fars News melaporkan kapal-kapal bisa melintas dari utara Pulau Larak di Laut Oman jika ingin masuk ke wilayah Teluk Persia.
Sementara itu, untuk jalur keluar, kapal-kapal bisa melewati selatan Pulau Larak menuju Laut Oman.
Pulau Larak, yang terletak di dekat daratan utama Iran, telah digunakan sebagai jalur alternatif sejumlah kapal selama perang AS-Iran, demikian dilansir dari Chosun Ilbo.
Rute alternatif ini diberikan IRGC sebagai antisipasi atas kemungkinan adanya ranjau anti kapal di jalur pelayaran utama Selat Hormuz.
"Mengingat kemungkinan adanya beragai ranjau anti kapal di jalur pelayaran utama Selat Hormuz, dengan ini kami memberitahukan kepada semua kapal yang bermaksud melewati Selat Hormuz sebagai berikut," tulis IRGC, diikuti dengan informasi mengenai jalur di Pulau Larak.
Dalam kesempatan itu, IRGC juga melampirkan peta navigasi yang merinci rute alternatif. Peta tersebut mencakup lingkaran besar bertuliskan "zona bahaya" dalam aksara Persia di atas zona Traffic Separation Scheme (TSS), yang secara tradisional digunakan kapal untuk melintasi Selat Hormuz.
Menurut rute yang ditunjukkan IRGC, kapal yang masuk harus berlayar melalui ruang sempit antara Pulau Larak dan Pulau Qeshm, yang dekat dengan daratan Iran. Sedangkan kapal yang keluar harus menghindari zona bahaya dengan mengitari sisi selatan Pulau Larak dan Qeshm.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran pada 7 April lalu. Menurut catatan Wall Street Journal (WSJ), per 8 April, dua kapal berbendera Yunani dan Liberia sukses melintasi Selat Hormuz.
Iran telah menyampaikan kepada mediator bahwa mereka akan membatasi kapal-kapal yang lewat di Selat Hormuz sebanyak 12 kapal per hari. Kapal-kapal yang melintas juga akan dikenakan biaya.
Namun, kini, status Selat Hormuz tidak jelas pasca Israel menyerang Lebanon dan membuat Iran marah.
(blq/rds)
Add
as a preferred source on Google

















































