Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Luar Negeri Indonesia mengecam keras serangan brutal Israel ke Lebanon saat Amerika Serikat dan Iran sepakat gencatan senjata.
"Indonesia mengecam keras berbagai serangan Israel terhadap Beirut dan berbagai wilayah di Lebanon yang telah menyebabkan banyak korban jiwa di kalangan sipil serta kerusakan fisik," demikian pernyataan resmi Kemlu, Kamis (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan Israel ke sejumlah wilayah di Lebanon telah menyebabkan 350 orang tewas dan ribuan lainnya terluka.
Indonesia memandang serangan Israel merupakan "pelanggaran serius" terhadap hukum internasional termasuk hukum humaniter internasional.
Mereka juga menilai tindakan semacam itu berisiko kian memperburuk ketegangan regional yang membahayakan keamanan global. RI lalu menuntut Israel menghentikan serangan.
"Indonesia menuntut Israel untuk segera dan secara permanen menghentikan kekerasan dan agresi di Lebanon," lanjut pernyataan Kemlu.
Indonesia juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, sesuai dengan kewajiban hukum internasional.
Dalam pernyataan tersebut, Indonesia turut menyerukan ke seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri secara maksimal, melakukan upaya de-eskalasi, mengedepankan dialog, dan menghindari langkah-langkah yang bisa memperburuk situasi.
Serangan brutal Israel ke Lebanon terjadi saat AS dan Iran setuju gencatan senjata. Kesepakatan ini mencakup sekutu kedua negara termasuk Lebanon.
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Lebanon tak termasuk dalam gencatan.
Sebagai pihak dalam gencatan Iran murka dengan AS dan Israel. Mereka mewanti-wanti kesepakatan itu bisa batal jika pasukan Zionis terus menggempur Lebanon.
(rds/rds)
Add
as a preferred source on Google


















































