Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan siap melawan Iran kapan pun jika dibutuhkan meski gencatan senjata antara Teheran dan Washington sudah tercapai.
Dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Rabu (7/4), Netanyahu menekankan Israel masih punya tujuan yang harus diselesaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan kita akan mencapainya, baik melalui kesepakatan atau melalui pertempuran yang kembali terjadi," kata Netanyahu.
"Kami siap kembali bertempur kapan pun diperlukan. Jari kami tetap berada di pelatuk. Ini bukan akhir dari kampanye, tetapi sebuah langkah menuju pencapaian semua tujuan kami," imbuh dia.
Di bawah pemerintahan Netanyahu, Israel ingin menghancurkan program nuklir Iran, menurunkan kemampuan rudal balistik, hingga mengganti rezim di negara tersebut. Bagi mereka pemerintahan dan negara tetangganya adalah ancaman.
Namun, tak ada satupun tujuan yang tercapai secara signifikan. Di hari pertama serangan brutal AS-Israel, Iran meluncurkan operasi balasan secara masif.
Iran menggempur Israel dan menargetkan aset AS di negara-negara Teluk menggunakan rudal serta berbagai senjata. Mereka juga menutup rute perdagangan minyak global Selat Hormuz yang bikin pemerintahan Donald Trump kalang kabut.
Operasi AS-Israel memang menyebabkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas, tapi bukan berarti pemerintahan bisa diganti. Iran tak mudah digoyah dan punya akar kuat soal kepemimpinan ulama.
Jadi setelah pemimpin tertinggi tewas, Majelis Ahli Iran menggelar pemungutan suara dan memilih anak Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei sebagai penerus.
Meski begitu, Netanyahu mengeklaim Iran memasuki masa jeda ini dalam keadaan babak belur "lebih lemah dari sebelumnya."
Di kesempatan itu, dia juga merespons kritik oposisi yang menyebut gencatan senjata adalah bentuk kegagalan Israel dan membantah ia terkejut soal kesepakatan ini.
Netanyahu mengungkapkan AS sudah berkomunikasi secara intensif dengan Israel guna membahas kesepakatan tersebut.
"Tadi malam gencatan senjata sementara selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku, sepenuhnya berkoordinasi dengan Israel," ungkap Netanyahu.
Dia lalu berujar, "Tidak, kami tidak terkejut di saat-saat terakhir."
AS dan Iran sepakat gencatan senjata usai lebih dari sebulan bertempur.
Dalam usulan Iran, kesepakatan mencakup hak mereka melakukan pengayaan uranium hingga pencabutan sanksi. Lalu, dalam proposal AS tertera Iran harus menghentikan pengayaan uranium dan menyerahkan materi ini seluruhnya ke Washington.
Kedua negara akan melanjutkan negosiasi gencatan secara lebih intensif di Islamabad, Pakistan pada 10 April.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google


















































