Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta seluruh perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam American Chamber Of Commerce (AmCham) Indonesia, untuk melaporkan lowongan pekerjaan (loker) kepada instansinya.
Kewajiban ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform 'Siap Kerja' yang dikelola pemerintah sebagai penghubung antara pencari kerja dan pemberi kerja.
Yassierli menegaskan, pelaporan lowongan kerja menjadi penting agar informasi pekerjaan dapat terintegrasi dan diakses secara luas oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengimbau, mengingatkan seluruh perusahaan di Indonesia agar wajib lapor lowongan pekerjaan. Kami sudah punya platform, silakan dimanfaatkan," ujar Yassierli dalam acara a Labor Day Forum di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Selasa (7/4).
Ia menjelaskan, Kemnaker saat ini juga menjalin kolaborasi dengan berbagai perusahaan swasta guna memperluas akses informasi lowongan kerja. Dengan sistem tersebut, perusahaan tidak perlu melakukan proses rekrutmen secara mandiri yang dinilai memakan biaya besar.
Menurutnya, platform Siap Kerja dirancang transparan, mudah diakses, dan mampu mempertemukan kebutuhan industri dengan tenaga kerja secara lebih efisien tanpa perantara atau calo.
"Please utilize, take benefit from this platform. Kita terus meng-upgrade. Bapak-Ibu tidak perlu calo atau broker untuk mendapatkan pekerja. Biarkan pemerintah melalui platform ini yang mengompilasi seluruh informasi lowongan pekerjaan dan membukanya seluas-luasnya bagi pencari kerja," jelasnya.
Yassierli menambahkan, persoalan utama ketenagakerjaan di Indonesia bukan pada kualitas tenaga kerja, melainkan pada kesesuaian antara kebutuhan industri dan kompetensi pencari kerja (link and match).
"Lulusan kita, para pencari kerja di Indonesia, mereka itu punya skills. Bukan berarti dia tidak punya skills. Dalam banyak hal, lulusan dari perguruan tinggi kita bekerja di luar negeri. Saya juga dulu juga tenaga kerja Indonesia di Amerika, berarti yang benar-benarnya contemporary. Jadi bukan berarti kita kalah dalam hal kualitas, kompetensi, tapi isunya itu link and match," terangnya.
Ia juga memastikan pemerintah siap turun tangan apabila terdapat persoalan ketenagakerjaan yang berpotensi mengganggu stabilitas dan kondusivitas hubungan industrial.
"Bagaimana pemelolaan pekerja Indonesia. Dan sekali lagi if there is any issue, let us know. Bagi saya ini sangat penting. Anything yang bisa berdampak kepada stabilitas, harmoni, kondusivitas ke tenaga kerjaan. Beritahu kami, dan kita akan turun langsung untuk menyelesaikan masalah itu," katanya.
Selain itu, Yassierli juga menegaskan komitmennya memberantas praktik gratifikasi di lingkungan Kemnaker. Ia meminta masyarakat melapor jika menemukan adanya pungutan atau permintaan tidak resmi dalam proses penempatan tenaga kerja.
"Kalau ada yang minta-minta hadiah, minta apa, dan ibu kasih tahu saya, saya pecat langsung orangnya. Jadi nggak usah khawatir. Jadi kita ingin niat mulia pengorbanan teman-teman di Kementerian Ketenagakerjaan ini tidak dirusak dengan gratifikasi korupsi dan seterusnya," tegasnya.
(ldy/ins)
Add
as a preferred source on Google


















































