Kementan Jaga Stabilitas Kedelai Impor di Harga Rp11.500 per Kg

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertanian (Kementan) menjaga stabilitas harga kedelai melalui penerapan Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp11.500 per kilogram (kg) di tingkat importir. Kementan juga memfasilitasi kesepakatan antara importir dan pengrajin tahu tempe.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Yudi Sastro memastikan harga kedelai di tingkat pengrajin tetap berada di bawah Rp12 ribu per kg sampai dengan adanya perubahan kebijakan berikutnya. Dengan demikian, stabilitas harga pangan berbasis kedelai tetap terjaga di tengah tekanan geopolitik global yang berdampak pada rantai pasok dunia.

"Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat koordinasi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan bersama asosiasi dan pelaku usaha pada Kamis (9/4), sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menjaga ketersediaan pasokan kedelai sebagai bahan baku industri tahu dan tempe," ujar Yudi dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yudi menegaskan isu yang berkembang di masyarakat telah terverifikasi dan tidak benar, serta memastikan komitmen bersama seluruh pihak tetap terjaga.

"Kami sudah verifikasi langsung ke pelaku usaha, dan informasi yang menyebut harga kedelai tembus Rp20 ribu itu tidak benar. Harga tetap di bawah HAP, bahkan di level importir masih sekitar Rp11.500," tegasnya.

Ia pun memastikan kondisi pasokan dan harga saat ini masih terkendali sesuai dengan acuan pemerintah, sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Selain itu, Kementan juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan meski dinamika global memberikan tekanan, terutama pada biaya logistik, transportasi, hingga komponen penunjang lainnya.

[Gambas:Youtube]

"Kita sudah berkomitmen bersama untuk menjaga implementasi HAP di lapangan tetap berjalan. Ini penting agar stabilitas pangan tetap terjaga," kata Yudi.

Berdasarkan data Gakoptindo yang diolah Badan Pangan Nasional per 8 April 2026, harga kedelai di berbagai wilayah masih berada dalam rentang yang wajar dan sesuai dengan HAP.

Di Jakarta, rerata harga kedelai berada di kisaran Rp10.500-Rp11 ribu per kg, Jawa Rp10.555 per kg, Bali dan NTB Rp10.550 per kg, Sumatra Rp11.450 per kg, Sulawesi Rp11.113 per kg, dan Kalimantan Rp10.908 per kg. Angka ini masih berada di bawah HAP kedelai impor di tingkat konsumen (pengrajin tahu tempe) yang ditetapkan maksimal Rp12 ribu per kg.

Dari sisi importir, Direktur PT FKS Multi Agro Tbk, Tjung Hen Sen, menyampaikan harga dan pasokan kedelai masih dalam kondisi terkendali meskipun menghadapi tekanan global.

"Saya rasa di tingkat importir saat ini sudah wajar, mungkin di sekitar Rp10.100 sampai Rp10.300 per kilogram tergantung wilayah. Di tingkat pengrajin mungkin sekarang ini sekitar Rp10.500 sampai dengan Rp11 ribu per kilogram," ujar Hen Sen.

Ia menegaskan pelaku usaha terus berupaya menjaga stabilitas di tengah tantangan eksternal dan semua pihak harus terus bersinergi untuk menjaga stabilitas harga kedelai.

"Saat ini kami mencoba dengan sangat keras untuk menjaga kestabilan dari harga komoditas kedelai. Tapi perlu dicatat ada beberapa faktor seperti geopolitik yang berdampak pada ongkos logistik, asuransi kapal, hingga bahan penunjang," ungkapnya.

(fln/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Korea International