7 Cara Agar Tak Mudah Lupa Setelah Membaca

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Selasa, 07 Apr 2026 02:00 WIB

Sering lupa isi bacaan? Coba 7 cara ini agar informasi lebih mudah diingat dan benar-benar menempel di otak. Ilustrasi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar kamu tak mudah lupa dengan apa yang telah dibaca. (iStock/airdone)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Pernah merasa baru saja membaca artikel atau berita, tetapi beberapa menit kemudian sudah lupa isinya? Bahkan, yang tersisa hanya judul, sementara detailnya menguap begitu saja.

Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama di tengah kebiasaan membaca cepat sambil scrolling media sosial, berpindah aplikasi, atau melakukan aktivitas lain. Informasi memang masuk, tetapi tidak benar-benar menempel di ingatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, sekadar membaca belum tentu cukup untuk membuat informasi bertahan lama di otak. Ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu Anda memahami sekaligus mengingat isi bacaan dengan lebih baik, tanpa harus mengulang dari awal berkali-kali.

Berikut tujuh cara yang bisa Anda coba:

1. Pahami, bukan sekadar membaca

Melansir University of Manitoba, kunci utama agar informasi mudah diingat adalah memahami inti bacaan. Dalam banyak teks, ide utama biasanya muncul di awal paragraf atau setelah subjudul.

Alih-alih fokus pada setiap kata, cobalah menangkap gambaran besarnya terlebih dahulu. Cara ini membantu otak membangun 'kerangka' sebelum menyimpan detail.

2. Ubah dengan kata sendiri

Salah satu cara paling efektif adalah menjelaskan kembali isi bacaan dengan kata sendiri, baik secara lisan maupun tulisan.

Jika Anda kesulitan menjelaskannya, bisa jadi Anda memang belum benar-benar memahami isi bacaan tersebut. Teknik ini dikenal sebagai active recall, yaitu melatih otak untuk mengingat kembali informasi, bukan sekadar melihatnya.

3. Jangan membaca terlalu cepat

Mengutip Business Insider, membaca terlalu cepat justru membuat informasi lebih sulit diingat. Ada hubungan antara kecepatan dan pemahaman, semakin cepat membaca, biasanya semakin sedikit yang terserap.

Sebaliknya, membaca dengan tempo lebih lambat membantu pemahaman menjadi lebih dalam.

4. Catat, coret, dan beri tanda

Membaca tanpa interaksi membuat informasi lebih mudah terlupakan. Karena itu, biasakan menandai poin penting, menulis catatan kecil, atau memberi highlight secukupnya.

Langkah ini membuat otak lebih aktif dalam memproses informasi, bukan sekadar menerima.

5. Baca tanpa distraksi

Membaca sambil membuka ponsel atau berpindah aplikasi dapat menurunkan daya ingat. Gangguan kecil saja bisa menghambat otak dalam menyimpan informasi.

Cobalah meluangkan waktu khusus untuk membaca tanpa distraksi, meski hanya 20-30 menit.

6. Hubungkan dengan pengalaman pribadi

Informasi akan lebih mudah diingat jika terasa relevan. Mengaitkan bacaan dengan pengalaman pribadi, opini, atau kejadian yang pernah dialami bisa membuatnya lebih melekat.

Semakin personal, semakin kuat pula ingatan yang terbentuk.

7. Ulangi di waktu berbeda

Membaca sekali sering kali tidak cukup. Namun, mengulang bukan berarti membaca dari awal lagi. Cobalah mengingat isi bacaan terlebih dahulu, lalu baru cek kembali. Cara ini membantu memperkuat ingatan secara bertahap.

Di tengah banjir informasi seperti sekarang, kemampuan mengingat apa yang dibaca menjadi keterampilan penting. Bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk membantu mengambil keputusan sehari-hari.

Jadi, jika selama ini Anda merasa mudah lupa setelah membaca, mungkin masalahnya bukan pada kemampuan-melainkan pada cara membaca.

(anm/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International