WFH dan Pembatasan BBM Bikin Penjualan Mobil Baru Susut?

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kebijakan pemerintah yang membatasi mobilitas lewat work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) hingga pembatasan pembelian Bahan Bakar Subsidi (BBM) dikhawatirkan bakal menekan pembelian mobil baru tahun ini.

Namun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berpendapat kebijakan itu lebih berdampak pada penggunaan kendaraan, bukan pada kebutuhan kepemilikan.

"Itu kan hanya penggunaannya saja, mobilnya kan masih dibutuhkan," kata Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo ditemui di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia kebutuhan masyarakat terhadap mobil tidak serta-merta hilang hanya karena mobilitas dibatasi sementara. Kendaraan tetap dianggap sebagai kebutuhan, terutama untuk menunjang aktivitas harian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait pembatasan BBM subsidi, ia menilai kebijakan ini bersifat sementara sambil menunggu solusi yang lebih permanen dari pemerintah.

"Ya, ini kan sesaat sampai kita ketemu solusi.
Kemudian kan ada alternatif lain lagi, ya. Kita ada E5 sekarang. Kemudian bakal ada B50. Itu kan luar biasa penghematannya. Artinya itu 50 persen bisa digantikan dengan BBM yang terbarukan, ya," katanya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat menggunakan energi, termasuk BBM. Pembatasan yang dilakukan pemerintah dinilai harus diimbangi dengan perubahan perilaku.

Pemerintah disebut sedang berupaya menahan banderol BBM agar tak naik meski harga minyak dunia melonjak di tengah konflik Timur Tengah, saat Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran.

"Tapi satu hal, dan kita sebagai masyarakat juga wajib punya tanggung jawab. Dalam hal ini kita jangan boros-boros amat, kan. Coba kita lihat ngelihat, tidak dipakai, (tapi) mobilnya dipanasin. Kemudian kalau tidak perlu-perlu amat, ya ngapain bikin perjalanan. Kita perlu mengkoreksi diri kita sendiri, ya," ujarnya.

Ia menegaskan kondisi global saat ini seharusnya menjadi momentum untuk lebih bijak dalam menggunakan BBM.

"Jangan karena kemudian harganya terjangkau, kemudian orang seenaknya sendiri. Karena ini dunia juga sedang mengalami kendala, kan. Jadi kita sendiri harus tahu diri, ya," kata Kukuh.

Gaikindo sebelumnya menargetkan penjualan mobil baru di dalam negeri mencapai 850 ribu unit pada 2026. Angka itu cuma naik 5,4 persen dari hasil pada 2025 yakni 803.687 unit. Hasil tahun lalu itu turun 7,2 persen dari 2024 sebesar 865.723 unit.

Sementara hingga Februari 2026, wholesales naik 9,8 persen menjadi 147.631 unit dan retailnya meningkat 8,4 persen menjadi 145.228 unit ketimbang Januari-Februari tahun lalu.

(fea/ryh/fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International