Suhu Kawah Gunung Slamet Naik, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup

4 hours ago 5

CNN Indonesia

Minggu, 05 Apr 2026 18:41 WIB

Pendakian Gunung Slamet ditutup mulai 5 April akibat peningkatan suhu kawah yang berpotensi erupsi. Pendakian Gunung Slamet ditutup mulai 5 April akibat peningkatan suhu kawah yang berpotensi erupsi. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Jakarta, CNN Indonesia --

Pendakian Gunung Slamet resmi ditutup mulai Minggu (5/4) menyusul adanya peningkatan suhu kawah yang dinilai cukup signifikan dan berpotensi memicu erupsi.

Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menyampaikan langkah penutupan diambil sebagai upaya mitigasi demi keselamatan para pendaki.

"Karena ada peningkatan suhu di kawah yang signifikan, jadi itu berpotensi untuk erupsi. Demi keamanan pendaki, kami memutuskan untuk penutupan pendakian," kata dia dikutip detik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, penutupan tidak hanya berlaku pada satu jalur, melainkan mencakup seluruh akses pendakian yang mengelilingi Gunung Slamet. Termasuk jalur via Kaliwadas yang sebelumnya masih dibuka, kini ikut ditutup.

"Seluruhnya lingkar Slamet ditutup. Kemarin ada yang via Kaliwadas juga sudah tutup. Tadinya mereka mau tetap buka, tapi akhirnya ikut ditutup," kata dia.

Sugeng mengungkapkan, sebelum kebijakan ini diberlakukan, sempat ada pendaki yang sudah mencapai Pos 5. Namun, dengan adanya perluasan radius aman hingga tiga kilometer dari kawah, seluruh aktivitas pendakian dihentikan.

Meski demikian, status Gunung Slamet saat ini masih berada pada Level II atau waspada. Ia menegaskan peningkatan aktivitas lebih dipengaruhi oleh kenaikan suhu kawah yang tidak biasa.

"Statusnya masih di Level II. Yang lainnya normal, tapi memang suhunya yang naik," kata Sugeng.

Berdasarkan hasil pemantauan, lonjakan suhu kawah terjadi cukup drastis dalam dua hari terakhir. Pada 3 April 2026, suhu tercatat mencapai 411,2 derajat Celsius dan meningkat menjadi 464 derajat Celsius pada 4 April 2026.

'Itu cukup signifikan, karena biasanya suhu stagnan. Normalnya di bawah 200 derajat Celsius, tapi ini naik drastis sejak Jumat tanggal 3," kata dia.

Hingga Minggu pagi, aktivitas kawah masih terlihat dengan kepulan asap putih. Pihak pengelola masih menunggu perkembangan lanjutan sebelum memutuskan pembukaan kembali jalur pendakian.

"Kita ambil amannya, kalau sudah di bawah 200 derajat Celsius nanti baru dibuka kembali. Sambil menunggu informasi resmi," ujar dia.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya calon pendaki, untuk menunda rencana pendakian dan tidak mencoba jalur alternatif yang tidak resmi.

"Untuk calon pendaki, sebaiknya di-cancel dulu sambil menunggu perkembangan penurunan suhu. Jangan nekat mencari jalur tidak resmi," kata dia.

Baca selengkapnya di sini.

(isn/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International