Kapolda Sebut Situasi di Halmahera Tengah Berangsur Pulih Usai Bentrok

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolda Maluku Utara Irjen Waris Angono menyatakan situasi di Halmahera Tengah perlahan pulih usai peristiwa bentrok antar warga desa yang terjadi pekan lalu.

Hal itu disampaikan Waris saat berkunjung ke Desan Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah, salah satu daerah yang terlibat bentrok. Kedatangan Kapolda disambut tangis warga desa yang menjadi korban akibat bentrokan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga menangis di tengah kondisi rumah tinggal mereka hangus dibakar. Anak-anak, perempuan hingga orang dewasa berdiri di sepanjang jalan sambil menangis dan memberi salam dan hormat sambil menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Kapolda pun membalas dengan senyum dan gestur hangat, menciptakan suasana yang kontras dari duka menuju harapan.

Kepada warga, kapolda menyebut bentrok antar Desa Banemo Barat dan Desa Sibenpopo, buntut dari hasutan.

"Pesan yang kuat dan menyentuh bahwa hasutan menyebabkan konflik, dan konflik akan selalu meninggalkan luka dan tangis, untuk itu mari tinggalkan hasutan demi masa depan NKRI yang lebih damai," ujarnya sambil memeluk seorang warga yang bercucuran air mata, Minggu (5/4).

Waris berkata polisi dan Pemprov Maluku Utara terus mendorong dialog menyelesaikan bentrok warga di Patani Barat, Halmahera Tengah. Ia menyatakan situasi di kedua desa sudah berangsur membaik.

"Alhamdulillah, situasi sudah berangsur pulih, sudah pulih setelah anggota dikerahkan ke lokasi, saya berharap warga kedua desa bisa hidup rukun kembali," ucapnya

Ia pun mengajak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali merajut persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi.

Waris menjamin kehadiran aparat gabungan TNI-Polri bukan sekadar memastikan situasi keamanan, tetapi juga membawa pendekatan humanis, merangkul, mendengar, dan menguatkan.

"Dari pelukan penuh air mata hingga senyum anak-anak yang penuh harapan, tersirat satu pesan kuat bahwa kedamaian bukan hanya kebutuhan hari ini, tetapi juga untuk masa depan generasi berikutnya," kata kapolda.

Konflik antarwarga terjadi pada Jumat (3/4) pagi dipicu temuan jasad seorang warga Desa Banemo Barat di area kebun yang berada di wilayah Desa Sibenpopo.

Peristiwa itu memicu kemarahan keluarga korban dan warga setempat. Aksi tersebut berujung pada penyerangan menggunakan senjata tajam dan benda berbahaya lainnya, yang kemudian dibalas oleh pihak lain sehingga terjadi saling serang.

Akibat bentrokan itu, sejumlah rumah di Desa Sibenpopo dilaporkan terbakar. Selain itu, satu warga Desa Sibenpopo dilaporkan meninggal dunia.

(sai/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International